Rabu, 27 November 2019

Piranti Interaktif dalam Interaksi Manusian dan Komputer

Pengertian Piranti Interaktif

Piranti Interaktif dalam Interaksi Manusia dan Komputer - Di dalam konteks IMK, sebuah piranti memungkinkan suatu komunikasi antara manusia dan komputer dengan melalui beberapa saluran komunikasi, diantaranya :
  1. Piranti Input (untuk komputer) : misalkan keyboard, mouse, dan lain-lain.
  2. Piranti Output (untuk user) : misalkan tampilan monitor, speaker, dan lain sebagainya .
Pada komputer, Data yang diolah dan juga disimpan dalam bentuk digital maupun bilangan biner. Digital hanya mengenal 2 nilai (1 dan juga 0; benar dan juga salah; atau on dan juga off). Setiap nilai (1 dan 0) disebut dengan bit (binary digit), bilangan yang terdiri dari 8 bit = byte.
Piranti Interaktif dalam IMK

A. Piranti Input

Piranti Input merupakan piranti untuk memasukan data. Kode dari input device tersebut diterjemahkan menjadi kode yang dapat dibaca oleh komputer (binary digit/bit), yang kemudian data yang sudah berbentuk bit tersebut dikirim ke dalam storage (memory).

Piranti Input Keyboard

Piranti input keyboard adalah papan ketik yang terdiri dari tombol-tombol, di fungsikan untuk memasukan perintah atau data yang akan diolah oleh komputer (dengan cara ditekan).
Jenis-jenis Keyboard :
  1. Keyboard QWERTY
  2. Keyboard Dvorak
  3. Keyboard Alphabetic
  4. Keyboard Chord
Keyboard Qwerty
Tata letak  keyboard Qwerty ini ditemukan oleh Scholes, Gliddedn, dan juga Soule di tahun 1878,  yang kemudian menjadi standar mesin ketik komersial padatahun 1905. Keyboard querty ini didesain sedemikian rupa sehingga tombol-tombol yang paling sering ditekan terpisah letaknya sejauh mungkin, sehingga dapat meminimalkan kemacetan pada saat mengetik .Keyboard Qerty ini terdiri dari 4 bagian yaitu:
  1. Tombol fungsi (function key)
  2. Tombol alphanumerik (alphanumerik key)
  3. Tombol kontrol (control key)
  4. Tombol numerik (numerik keypad).
Keyboard Qerty ini mempunyai beban pengetikan tangan kiri sebesar 56% sehingga lebih cocok digunakan oleh orang yang kidal.
Keyboard Dvorak
Keyboard Dvorak ini hurufnya disusun sedemikian rupa sehingga tangan kanan akan dibebani lebih banyak pekerjaan di banding dengan tangan kiri. Tata letak Dvorak tersebut dirancang agar 70 persen dari ketukan jatuh pada home row, sehingga dapat mengurangi kelelahan yang disebabkan karena pengetikan, sehingga akan lebih efisien 10-15 persen dibanding dengan tata letak QWERTY.

Keyboard Alphabetic
Tombol-tombol pada papan ketik ini dengan disusun persis seperti keyboard QWERTY maupun Dvorak hanya susun pada hurufnya itu berurutan "alphabet". Keyboard Alphabetic ini biasanya banyak ditemui pada mainan anak-anak. Keyboard Alphabetic tersebut, digunakan untuk negara-negara yg menggunakan alphabetic berbeda dengan alphabetic yg ada. contohnya : Arab, Cina, Rusia.

Keyboard Chord
Keyboard ‘chord’ ini membutuhkan latihan untuk dapat menggunakan keyboard ini, tapi kamu dapat mencapai 300 wpm. Seseorang bisa menekan tombol maupun kombinasi tombol untuk dapat menghasilkan suatu kata atau suku kata. Salah satu jenis tata letak keyboard ‘chord’ ini ialah tata letak ‘Palantype’.

B . Piranti Penunjuk/ Pengambil

Piranti penunjuk atau pengambil ini adalah piranti untuk dapat menempatkan kursor pada suatu posisi pada monitor dan mengambil suatu item informasi untuk dapat dipindah ke tempat lain. Secara ringkas, peranti-peranti penunjuk ini mempunyai tugas interaktif seperti misalnya pemilihan, penempatan, orientasi, jalur, kuantasi, dan juga tekstual.

1. Mouse
Mouse adalah salah satu piranti interaktif yang paling banyak dipakai. Mouse tersebut digunakan untuk menempatkan kursor pada posisi tertentu pada monitor, mengaktifkan menu serta untuk menggambar. Mouse tersedia dalam bentuk mekanis serta optis.

2. Joystick
Joystick adalah salah satu piranti penunjuk tidak langsung. Gerakan pada kursor dikendalikan oleh gerakan tuas, maupun tekanan tuas. Dalam pengoperasiannya joystick tersebut tidak memerlukan tempat yang luas. Kelemahan pada joystick ialah kurang akurat  jika dibandingkan dengan mouse. Joystick tersebut banyak dipakai di aplikasi game.

3. Trackball
Trackball ini hampir sama dengan mouse namun perbedaan utamanya terletak pada konfigurasinya. Jika pada mouse, kita harus menggerakan seluruh badan dari mouse itu, sedangkan jika pada trackball, badan dari trackball itu akan tetap diam, tetapi tangan kita lah yang menggerakan bola untuk menunjukan perpindahan pada kursor.

4. Trackpoint
Dikenal juga sebagai G-stick, accupoint merupakan miniatur dari joystick yang diletakkan diantara kunci G serta H di keyboard. Biasanya dipakai bersama dengan 2 buah tombol dan juga fungsinya sama dengan mouse, disebabkan karena accupoint ditempelkan pada keyboard, maka tidak memerlukan tambahan ruang dalam pengoperasinya. Accupoint tersebut dioperasikan cukup dengan 1 jari saja dan juga tidak memerlukan ruang tambahan.

5. Light Pen
Alat ini digunakan dengan cara menunjuk ujung alat ke monitor komputer yang peka terhadapt cahaya. Jika pena ditempelkan kemudian digerakkan pada layar komputer, maka 1 isyarat elektronik akan dihantarkan dan akan dimengerti oleh program itu. Light-pen tersebut memungkinkan koordinasi mata dan juga tangan secara langsung sehingga akan memiliki keakuratan yang tinggi. Teknologi tersebut banyak digunakan untuk membuat grafik maupun gambar di dalam perencanaan dengan bantuan komputer. Seperti rancang bangunan atau desain grafis.

C. Panel Sensitif Sentuhan

Panel Sensitif sentuhan merupakan peranti interaktif yang bekerja dengan cara mendeteksi ada atau tidak sentuhan tangan atau stylus (alat sentuh) yang langsung ke layar.

A. Touchscreen

Touchscreen merupakan sebuah perangkat input komputer yang bekerja dengan adanya sentuhan pada layar dengan menggunakan jari sehingga user bisa langsung menunjuk ke obyek yang diinginkan. Touch–screen ini hampir tidak membutuhkan training dan juga sering menjadi device tercepat untuk kebanyakan task yang ada. Selain dari itu tidak membutuhkan alat bantu lain selain monitor/ layar.

Touchscreen ini terdiri dari 3 macam antara lain sebagai berikut :
  1. Resistive ScreenSistem resistif layarnya dilapisi oleh lapisan tipis yang berwarna metalik yang memiliki sifat konduktif dan juga resistif terhadap Resistive sinyal-sinyal listrik. konduktif merupakan lapisan yang bersifat mudah dalam menghantarkan sinyal listrik, sedangkan lapisan resistif merupakan lapisan yang menahan arus listrik. Kedua lapisan tersebut dipisahkan oleh sebuah bintik-bintik transparan pemisah, sehingga lapisan tersebut dapat terpisah satu sama lain dalam keadaan normal.
  2. Capacitive Screen
    Sistem kapasitif mempunyai sebuah lapisan pembungkus yang merupakan sebuah kunci dari cara kerjanya, yakni pembungkus yang bersifat capasitive pada seluruh permukaannya. Lapisan tersebut dapat memanfaatkan dari sifat capacitive dari tangan maupun tubuh manusia, maka  lapisan ini dipekerjakan sebagai sensor sentuhan di dalam touchscreen jenis ini. Pada saat lapisan berada dalam status normal (tanpa ada sentuhan tangan), sensor tersebut akan mengingat nilai arus listrik yang dijadikan referensi.
  3. Surface Acoustic Wave System
    Teknologi touchscreen ini memanfaatkan suatu gelombang ultrasonik untuk dapat mendeteksi kejadian pada permukaan layarnya. Di dalam monitor touchscreen ini terdapat 2 tranduser, pengirim serta penerima sinyal ultrasonik. Tanpa adanya lapisan sensor itu juga akan membuat touchscreen jenis ini menjadi lebih kuat serta tahan lama karena tidak akan ada lapisan yang dapat rusak pada saat di sentuh,  terkena air, minyak, debu, dan lain sebagainya. Namun touchscreen ini terlalu sensitive jika mendeteksi sentuhan.

B. Multi Touchscreen

Dari kata “multi” yang memiliki arti banyak, sudah terlihat bahwa keunggulan pada layar sentuh ini dapat disentuh lebih dari satu jari. Layar multi sentuh tersebut mampu disentuh oleh puluhan jari dari orang yang juga berbeda-beda secara bersamaan. Layar multi sentuh tersebut dapat digunakan untuk membesarkan, mengecilkan, mengubah posisi, serta memindahkan posisi objek pada layar monitor seperti foto maupun games.

Pengolah Tampilan.
video display adapter (display processor) merupakan bagian yang mengubah pola bit dari pengingat digital menjadi sebuah tegangan analog, yang selanjutnya akan membangkitkan elektron yang digunakan untuk menembak fosfor di layar monitor.

Agung Trianggoro

Author & Editor

"Life is like ridding a bycycle, to keep your balance you must keep moving."

1 komentar: